
Si Konsisten dari Sukabumi
Pameran Retrospektif
R. Irawan Surianatanegara
4 April – 3 Mei 2026
R. Irawan Surianatanegara adalah pelukis yang hampir seumur hidupnya tinggal di kota Sukabumi. Dilahirkan sebagai anak pertama dari 9 bersaudara pada tanggal 12 April 1944 di kota Tasikmalaya, lalu pindah ke Jakarta. Berbeda dengan profesi ayahnya R.M Said Surianatanegara, yang pada saat itu aktif di kepolisian RI pada era kepemimpinan Presiden Sukarno dan Suharto. Irawan memilih profesi sebagai pelukis potret dan naturalis saat menginjak usia 17 tahun, walaupun ia sempat juga menjadi atlet cabang menembak mengikuti jejak sang ayah .
Pameran ini menjadi retrospektif selama ia berkarya dengan memetakan lintasan perjalanan artistik Irawan dalam berbagai fase : dari lukisan observasional yang akurat hingga komposisi yang lebih imajinatif dan reflektif. Karya-karya yang dipamerkan di Orbital Dago ini merupakan koleksi sang anak, Indah Prianti @indah_prianti yang diserahkan oleh sang ayah untuk merawat lukisan-lukisannya. Selain beberapa karya yang sudah dikoleksi kolektornya.
Pameran retrospektif ini bukan sekadar peninjauan kembali perjalanan seorang pelukis, tetapi pengingat bahwa modernisme Indonesia dibangun oleh berbagai jalur: yang eksperimental, yang ekspresif, dan juga yang kontemplatif. Irawan Suriatanegara berdiri dalam jalur terakhir itu—sebagai pelukis yang konsisten merawat disiplin, menjaga keseimbangan, dan mengolah kesunyian menjadi bahasa visual. Dalam ketekunannya, kita menemukan bukan hanya karya, tetapi juga suatu sikap.
Pameran dibuka pada hari:
Sabtu, 4 April . Jam 16.00 WIB
Pameran dibuka untuk umum setiap hari dan gratis
Mulai jam 9.00 hingga 20.00 WIB
#sikonsisten #darisukabumi #orbitaldagogallery #retrospektif #irawansurianatanegara
E-Katalog
Masih Berlangsung
Public Sculpture by Kaoru Sasahara
High Break <dari Seri Super Chair>
Pameran ini menampilkan pertunjukan di mana orang-orang duduk dan berkumpul di atas Seri Kursi Super karya Kaoru Sasahara, terlibat dalam suatu bentuk interaksi sosial yang lebih tinggi.
Lahir di Tokyo, Jepang pada tahun 1997, Sasahara menciptakan patung dengan mengubah bentuk benda-benda sehari-hari yang familiar dan menghilangkan fungsi aslinya. Melalui proses ini, ia menawarkan kepada para pengunjung sebuah interpretasi ulang atas struktur spasial dan lingkungan. Ciri khasnya: “Seri Kursi Super”, terdiri dari meja dan kursi dengan kaki yang sangat panjang, sehingga secara fisik mustahil untuk diduduki.
E-katalog