Orbital Dago
Jl. Rancakendal Luhur No.7, Bandung 40191

Open from Tuesday to Sunday

From 9.00 AM – 9.00 PM

Closed : Monday

More Information :
Gita : +62 022-82522980 / +62 813 2003 6262
E-mail: mail.orbitaldago@gmail.com

 

Pameran Tunggal Restu Taufik Akbar

(IN)MATERIAL TRUTH

Pembukaan hari Kamis: 15 Februari 2018 . Jam 19.00 WIB

Dibuka oleh Rizki A. Zaelani (Dosen dan Kurator mengajar di Seni Lukis FSRD-ITB)

Pameran berlangsung hingga 15 Maret 2018

 

Tentang pameran

(IN)MATERIAL TRUTH

“Seni yang dapat menjadi pintu masuk kedalam kehidupan spiritualitas adalah seni yang berhasil menurut saya. Pengalaman estetis dalam seni (karya seni) dan ritual (proses berkarya) menciptakan pengalaman spiritual yang merupakan pengalaman bertemu, bersatu atau melebur dengan Tuhan. Seni berkapasitas untuk membuka jalan pada transendensi. “ Restu Taufik Akbar , Jurnal pengantar Tugas Akhir , 2014.

 

Karya-karya Restu Taufik Akbar (lahir di Bandung , tahun 1990) merupakan bentuk dari gabungan antara pengalaman berinteraksi dengan alam terutama dengan lansekap hutan,  pemahaman batiniah serta penjelajahan dengan material artistik; cat, kuas dan permukaan materi selain kanvas. Menghasilkan gubahan hutan / alam menjadi bentuk berwatak abstrak dengan penerapan warna-warni yang atraktif, cenderung cerah sekaligus mengundang persepsi kepada banyak hal. Bentuk atau format yang beragam yang dihasilkan dari perilaku terhadap watak logam menjadikan karya “lukisan” karya Restu lebih ekstensif mengarah kepada bentuk patung (sculptural) dan kemudian instalatif. Restu menjelajah citra abstrak yang referensial melalui pengalaman organic dan pencerapan bathin yang berkelindan melalui pengolahan materi : pelat logam dan campuran cat enamel industrial dan minyak, melalui watak material seperti persoalan kadar kecairan atau lelehan dan aspek pantulannya.

 

Lebih jauh karya-karya Restu menjadi suatu wahana pencarian hal yang lebih spiritual yang tak terlihat atau tak terjelaskan . Ia pernah mengungkapkan dalam pengantar tulisan tugas akhirnya , bahwa bentuk abstrak yang direspon hutan yang dibentuk realis menjadi bahasa untuk mengungkapkan tentang apa yang ia pahami, yaitu ada realitas yang tidak terlihat diantara realitas yang terlihat dan juga sebagai pembangun suasana yang ingin dibangun.

 

Karya –karya Restu seperti meningatkan kepada pemikiran yang pernah ditulis (Alm) Sanento Yuliman menyangkut fase seni lukis (dan patung) abstrak dalam perkembangan seni rupa modern di Indonesia , bahwa seni rupa abstrak dan abstraksi sempat menjadi corak arus utama, terutama di Bandung, Yogyakarta dan Jakarta pada periode waktu 1970-80an. Pemikiran yang melatari pameran ini , khususnya terkait dengan pemikiran dalam risalah Sanento Yuliman tentang pengantar Seni Lukis Abstrak, dimana  potensi menggali estetik abstrak yang bersumber dari kehidupan sekitar seperti alam atau buatan manusia itu sendiri, yang tak pernah surut.  Memang -menurut Sanento- untuk memahaminya kita harus melibatkan aspek fisiologis dan psikologis, dalam menggali makna dari karya-karya abstrak seperti ini.

 

Merujuk pada tesis Sanento Yuliman bahwa kecenderung kemunculan seni rupa Abstrak di Indonesia, yang menjadi kecenderungan praktek seni rupa modern di tahun 1970-an atau pada masa disebutnya perkembangan fase ketiga, dimana perkembangan seni abstrak menunjukan keberagaman ciri. Mulai abstrak lirisisme yang didasari emosi atau ungkapan pada perasaan tertentu, hingga karya – karya abstrak dengan corak yang lebih matematis dan rasional (atau geometris, maupun yang bersifat formalis. Sesuai dengan premisnya bahwa ada kemungkinan bahwa estetika abstrak berhubungan dengan apa yang ada disekitar kita. “ Bumi dilihat dari kapal udara, benda dilihat dari dekat (permukaan tanah, batu, dsb) atau perhatian pada objek, benda yang dilihat secara mikroskopik. Menyodorkan kepada kita kekayaan rupa yang aneka ragam.”

Maka saat ini mungkinkah corak-corak abstrak(si) bisa kembali menjadi praktek yang dominan di Indonesia. Mungkin hal tidak harus dijawab, tapi mungkin menarik bila diamati bahwa sebagian perupa kontemporer dalam kekaryaannya juga bersinggungan menuju citra yang bersifat abstrak. Karya –karya Restu menjadi suatu telaah dan permenungan tentang suatu gagasan-gagasan seni rupa abstrak pasca perkembangan fase ketiga sejarah seni rupa di Indonesia atau dalam praktik seni rupa kontemporer sekarang. Sekalipun dalam suatu konsep yang labil dan menawarkan kemungkinan-kemungkinan pada suatu estetika abstrak yang tak terduga.

 

Bio

Restu Taufik Akbar , Born in Bandung 1990.

EDUCATION 2009 – 2010 : Architecture Engineering, Faculty of Technical and Vocational Education, Indonesian University of Education, Indonesia . 2010 – 2015 Bachelor of Fine Arts (Major Painting), Faculty of Art and Design, Bandung Institute of Technology, Indonesia Summa Cum Laude. WORKSHOP 2013: Local Art Jam , performance art workshop with Aliansyah Caniago,Faculty of Art and Design, Bandung Institute of Technology, Indonesia SOLO EXHIBITION 2015 ‘Lucidity’, Roh Projects, Jakarta AWARDS 2015 : Finalist of ‘Nalar Sensasi Seni’ Galeri Nasional, Jakarta 2017: Finalist of ‘Bandung Contemporary Art Award #5, Lawangwangi Art Space, Bandung .