AUM

Pameran Tunggal I Ketut Adi Candra

Dikuratori oleh Bambang Subarnas

I Ketut Adi Candra adalah seorang perupa lulusan ISI Denpasar, tercatat telah berpameran sejak 1993, 11 kali pameran tunggal, 48 kali pameran kelompok. Tahun 1998 ia menjadi salah satu finalis Philip Moris Art Award dan karyanya dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta.

Sejak 2017, Adi Candra diangkat sebagai jero mangku di lingkungan desanya di Singapadu Kaler, Sukawati, Gianyar, Bali. Sebagai jero mangku, ia menjadi pemuka adat yang memimpin berbagai ritual peribadatan. Jabatannya sebagai jero mangku menuntut pemahaman dan penghayatannya terhadap spiritualitas relijius Bali semakin intens. Ia yang dilahirkan di dalam budaya Bali modern, dengan sendirinya telah membentuk Adi Candra menjadi sosoknya saat ini.

Sosok yang mengalami dua kebudayaan secara serentak: kekuatan adat dan modernitas yang disokong oleh kepariwisataan. Secara kultural, kondisi kebudayaan ini merupakan medan dialektik dan negosasi budaya yang berlangsung panjang. Kondisi ini telah melahirkan beragam cara pandang sekaligus daya adaptasi kreatif masyarakatnya. Itulah masyarakat kontemporer Bali saat ini.

“AUM”

Frasa “aum” kira- kira sama seperti frasa “amin” dalam Islam. Frasa ini merupakan puncak dari seluruh laku relijius, penutup dari seluruh doa/matra agar terkabul apa yang dihajatkan kepada sang pencipta. Bagi masyarakat Hindu Bali, ucapan AUM merupakan ucapan sakral. Penggunaan frasa ini sebagai judul pameran bertolak dari anggapan bahwa berkarya bukan hanya keperluan profan, tetapi sebagai laku dharma, sebagaimana yang diungkapkan oleh Adi Candra sendiri.