AKRAB

posted in: PAST EXHIBITION | 0

AKRAB

Aksi Kreatif Remaja untuk Asa Baru

Karya-karya yang disajikan dalam pameran ini merupakan hasil dari sebuah proses pendampingan panjang yang berlangsung di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung, dipertemukan dalam ruang merakit seni bernama AKRAB (Aksi Kreatif Remaja untuk Asa Baru). AKRAB hadir sebagai ruang tumbuh bagi Anak Berhadapan dengan

Hukum (ABH) untuk menuturkan kisah-kisah yang kerap tertahan: suka duka yang takterucap, luapan emosi berlapis, ingatan yang timbul tenggelam, serta pandangan hidup yang perlahan dirumuskan kembali. Ia menjadi jalan setapak menuju ruang yang lebih lapang, tempat seni dirayakan sebagai proses berbagi, pelepasan, dan pencarian diri, tanpa tuntutan tema, tanpa batasan cara ungkap, dan tanpa keharusan untuk menjelaskan segalanya.

Dalam AKRAB, seni diposisikan sebagai bahasa, sebuah parole yang memberi ruang bagi keberadaan, kerentanan, dan kemungkinan untuk berubah. Melalui puisi dan karya visual, para peserta diajak untuk mendengarkan diri sendiri, mengenali emosi, dan membangun kepercayaan atas pengalaman hidupnya. Karya-karya ini lahir dari kebebasan penuh dalam berkarya, membiarkan setiap goresan, warna, dan kata tumbuh secara organik sesuai ritme batin masing-masing. Tidak ada tema yang ditetapkan, sebab yang dirayakan adalah kejujuran proses: bagaimana sesuatu dirasakan sebelum diberi nama, dan bagaimana seni menjadi medium untuk menampungnya.

Pameran ini menampilkan kumpulan karya kolektif ABH yang hadir sebagai jejak dari proses art therapy berbasis puisi dan seni rupa. Setiap karya menjadi fragmen percakapan batin, sebagian lirih, sebagian meledak, sebagian lain hadir dalam diam, yang memperlihatkan upaya memahami diri, menata ulang ingatan, serta merespons dunia di sekitarnya. Pilihan medium, teknik, dan bentuk visual yang beragam tidak dimaknai sebagai perbedaan gaya semata, melainkan sebagai cara personal dalam memandang persoalan, memperkarakan nya, dan berdamai dengannya. Di sini, seni menjadi ruang belajar untuk mengelola emosi, membangun keberanian, dan menumbuhkan empati, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Menjelang kehadirannya di ruang galeri, percakapan yang sebelumnya berlangsung di ruang pembinaan menemukan momentumnya dalam ruang display yang terbuka dan dialogis. Karya-karya ini tidak berdiri sebagai pengakuan masa lalu, melainkan sebagai penanda proses, bahwa perubahan berlangsung secara bertahap, rapuh, namun mungkin.

Pameran ini mengajak kita untuk memandang karya – karya ABH bukan dari latar belakang hukumnya, melainkan dari kemanusiaannya: sebagai individu yang sedang belajar, bertumbuh, dan menyiapkan diri untuk kembali menapaki kehidupan sosial. Dalam setiap karya yang dipajang, tersirat harapan sederhana namun mendasar, bahwa setiap anak layak mendapatkan ruang aman, kesempatan kedua, dan asa baru untuk melanjutkan hidupnya.

Tim AKRAB:
1.⁠ ⁠Inisiator
•⁠ ⁠Anezka Lunetta Shifra Misyakila
•⁠ ⁠Alexandra Gisellya Al-Rido
•⁠ ⁠Nirbita Cyan Hamdrio
•⁠ ⁠Sofia Mazaya
2.⁠ ⁠Anggota
•⁠ ⁠Amala Kirana Digna
•⁠ ⁠Eijazayyan
•⁠ ⁠Karan Adiwarna Rezari
•⁠ ⁠Rakata Jinggabuana
•⁠ ⁠Renaldy Darrel Kin
•⁠ ⁠Quinnaya Proudya Bestari
3.⁠ ⁠Pembina
•⁠ ⁠Attina Nuraini (Seni 3D)
•⁠ ⁠Chindy Yoanita (Psikologi & Konseling)
•⁠ ⁠Evan Driyananda (Seni 3D)
•⁠ ⁠Hikari Rafif Maulana (Puisi)
•⁠ ⁠Prabu Perdana (Seni Lukis)
•⁠ ⁠Rifky Effendy (Seni Rupa & Pemilik Galeri Orbital)
•⁠ ⁠Tennesse Caroline (Seni Lukis)

E-katalog

Video