GABRIEL ARIES SETIADI

Sejak tahun 2006 hingga 2017, saya mencoba mengekspresikan dimensi pengalaman hidup saya melalui makna-makna tentang realitas dan kenyataan dunia yang  saya hadapi. Saya pun memberikan stimulus refleksi spiritualitas diri atas diri saya, yang dapat dirasakan oleh para penikmat karya tersebut dengan dimensi pemahaman yang berbeda-beda. Karya-karya yang saya tampilkan didominasi oleh karya-karya instalasi, dengan visual objek keseharian dengan aplikasi material batu. Melalui karya-karya saya pada masa tersebut diharapkan dapat terciptanya interaksi batin antara manusia sebagai apresiator dengan objek karya, dimana objek karya tersebut merupakan objek keseharian dengan skala 1:1 seperti benda aslinya, dimaksudkan agar secara psikologis dapat menggugah sisi kontemplatif dari apresiator akan sebuah makna atas hidupnya sendiri.

 

Awal keterikatan saya dengan Batu pada tahun 2006 adalah bentuk upaya saya untuk menampilkan sisi maskulinitas dan  klasik dari sebuah proses kerja patung, yang sudah cukup langka pada saat itu pada generasi saya.Seni patung memiliki keterikatan yang tinggi dengan material yang dipilih, dimana proses pembuatan karya tersebut turut mencerminkan kepribadian dari senimannya. Dari sekian banyak material yang digunakan oleh seniman patung, batu adalah satu dari sedikit material yang memenuhi kriteria sebagai material yg bernilai tinggi dan abadi. Saat ini penggunaan material dan pemilihan proses berkarya bagi seniman patung sangat tidak terbatas, namun bagi saya pilihan untuk melakukan proses memahat merupakan bagian dari keputusan dan keyakinan estetis pengkaryaan saya. Karakter batu yang dapat di pahat, dipotong, dikikis, dipoles, merupakan zona nyaman saya dalam berkarya.